Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat tata kelola teknologi informasi dan mendukung transformasi digital yang berkelanjutan, Universitas Terbuka (UT) melalui Direktorat Teknologi Digital (DTD) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 10 Juni 2026.

Kegiatan benchmarking ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T., Direktur Teknologi Digital Universitas Terbuka, dan diterima langsung oleh Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM., Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) Universitas Gadjah Mada beserta jajaran. Pertemuan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan teknologi informasi di lingkungan perguruan tinggi.
Diskusi difokuskan pada sejumlah aspek strategis yang menjadi fondasi penyelenggaraan layanan digital, meliputi tata kelola teknologi informasi, pengelolaan infrastruktur, pelayanan teknologi informasi, serta penguatan organisasi dan sumber daya manusia.

Pada aspek tata kelola, kedua institusi membahas pentingnya kebijakan sebagai landasan dalam memastikan layanan teknologi informasi dapat berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan. Beberapa topik yang menjadi perhatian antara lain kebijakan penyelenggaraan layanan teknologi informasi, tata kelola aset digital, serta pengelolaan layanan yang melibatkan pihak ketiga. Selain itu, diskusi juga mencakup praktik pengelolaan risiko, pengukuran kinerja layanan, pengendalian perubahan, dan mekanisme evaluasi layanan secara berkelanjutan.

Pembahasan juga mencakup pengelolaan infrastruktur teknologi informasi yang mendukung operasional universitas. UGM berbagi pengalaman dalam menjaga keandalan dan ketersediaan layanan sebagai bagian penting dalam mendukung layanan akademik dan administrasi berbasis digital.

Selain aspek teknis, kedua institusi bertukar pengalaman mengenai pelayanan teknologi informasi dan pengelolaan pengetahuan organisasi. Pembahasan meliputi dokumentasi teknis, penyusunan prosedur operasional, serta mekanisme diseminasi informasi dan pengetahuan guna memastikan layanan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh unit kerja.

Kegiatan benchmarking ini juga memberikan gambaran mengenai pengelolaan organisasi teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia. UGM menyampaikan pengalamannya dalam mengelola unit teknologi informasi yang didukung oleh sekitar 60–70 personel dengan pembagian fungsi yang jelas pada bidang tata kelola, pengembangan sistem, infrastruktur, layanan pengguna, dan dukungan operasional.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka memperoleh berbagai masukan yang dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola teknologi informasi, meningkatkan kualitas layanan digital, serta mendukung pengembangan teknologi informasi yang selaras dengan kebutuhan organisasi. Kegiatan benchmarking ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Terbuka untuk terus mendorong transformasi digital guna menghadirkan layanan yang semakin andal, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika.